Ikhtiar dan Doa Para Nabi dalam Memohon Keturunan


Sudah fitrahnya manusia berketurunan untuk melanggengkan generasi. Menikah, berkeluarga, kemudian memiliki anak-anak yang saleh dan salehah. Namun, ada kalanya Allah Azza wa Jalla menguji hamba-Nya. Keturunan berupa anak-anak yang lucu, saleh, dan penyejuk mata tidak kunjung datang. Padahal usia tidak muda lagi. Sebagian menanti hingga uban mulai menghias kepala. 
Doa memohon keturunan 



Jangan bersedih, karena anak itu adalah hak Allah Taala. Rezeki dan amanah yang diberikan-Nya untuk mengujia hamba-hambaNya. Ketiadaan anak belum tentu pertanda bahwa Dia Taala tidak suka dengan kita, mungkin saja Allah Taala menginginkan kita lebih giat meminta dalam doa dan beramal saleh. 
Para nabi pun ada yang diuji dengan ketiadaan anak untuk beberapa waktu yang lama. Namun, sebagai manusia terpilih dan utusan Allah Taala, para nabi ini pun melakukan upaya-upaya dengan berdoa memohon keturunan kepada Allah. Kita bisa meneladani beliau-beliau yang berjuang untuk mendapatkan anak-anak saleh, sebagai investasi di akhirat kelak. 

Beberapa doa nabi untuk memperoleh keturunan adalah sebagai berikut.

Tidak Lelah untuk Banyak Berdoa 

Janji Allah itu pasti. Sebagaimana Dia Subhanahu wa Taala menegaskan dalam salah satu ayat:
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepadaku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”(QS Al Mu’min [40]: 60)

Tidak perlu berkecil hati. Dengan keinginan kuat, ikhtiar secara medis, juga ikhtiar ruhani bukan tidak mungkin Allah akan memberikan kehamilan kepada ibu-ibu yang mendambakan anak-anak saleh salehah. 
Allah memang memiliki cara tersendiri untuk mengabulkan doa dari hamba-hambaNya. Ada doa yang langsung Allah kabulkan, namun ada juga yang diganti Allah dengan yang lebih baik. Ada pula yang doa yang masih digantungkan hingga kita diminta untuk berikhtiat meraihnya. 

Kisah Nabi Zakariya Alahissalam adalah salah satu kisah teladan bagaimana memohon keturunan kepada Allah. Istri beliau ada perempuan yang sudah tidak muda lagi. Beliau sendiri berumur 90 tahun saat itu. Namun Allah memang Mahaberkuasa atas segala sesuatu. 

Hal ini sebagaimana tercantum di dalam QS Maryam [19]: 7-9.

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُ 
مِن قَبْلُ سَمِيًّا 
Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (QS Maryam [19]: 7)

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ 
مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا
Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua". (QS Maryam [19]: 8)

قَالَ كَذَ‌ٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ 
وَلَمْ تَكُ شَيْئًا
Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali". (QS Maryam [19]: 9)

Sungguh, sangatlah mudah bagi Allah memberikan keturunan walaupun secara medis tidak mungkin. Seperti halnya kisah Nabi Zakariya ini dengan istrinya yang sudah lanjut usia. Hingga kemudian lahirlah Nabi Yahya Alahissalam ke dunia. Kehamilan yang lama dinantikan oleh istri Nabi Zakariya pun dengan mudah datang dengan izin dan kehendak Allah. 

Kisah lainnya datang dari Nabi Ibrahim Alahissalam—bapaknya para nabi. Hingga beliau berusia lanjut, Nabi Ibrahim Alaihissalam belum juga diberi karunia keturunan. Namun, beliau tidak lelah berikhtiar dan berdoa. Hingga kemudian Allah Taala mengabulkan doa beliau. 

Hal ini diceritakan di dalam QS Ash-Shaffaat [37]:100-101, berikut ini.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.(QS Ash-Shaffaat [37]:100)

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ
Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. (QS Ash-Shaffaat [37]:100)
Allah Taala memberikan karunia kepada Nabi Ibrahim seorang anak yang sabar dan saleh yaitu Ismail, dari rahim Bunda Hajar. Selanjutnya Allah pun menganugerahkan anak-anak lainnya dari rahim Bunda Sarah. Masya Allah, begitu mudahnya Allah memberikan apa yang Dia kehendaki. 
Doa merupakan senjata kaum Mukmin. Kenapa tidak gencar berdoa sejak sekarang agar diberi keturunan saleh dan salehah? 

Saya sangat ingat, sejak masa abege dulu saya sudah rutin berdoa agar kelak diberikan anak-anak saleh dan salehah. Keturunan penyejuk hati. Sebab, saat itu Ustazah saya pernah berkata, “Berdoalah sejak saat ini, kita tidak tahu kapan doa akan dikabulkan. Bisa saja mungkin mengantri. Sebab itu, jangan lelah berdoa.”
Dengan kehendak Allah, harapan saya terkabulkan. 

Doa Memohon Kehamilan 
a. Doa Nabi Ibrahim Alaihissalam

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Rabbii hablii minash- shalihiin
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” (QS Ash-Shaffaat [37]:100)

Maksud dari doa tersebut menurut Ibnul Jauzy rahimahullah, di dalam kitab Zaadul Maasir, adalah, “Wahai Rabbku, anugerahkanlah kepada kami anak, yang nanti termasuk dari jajaran orang-orang yang shalih.” Sedangkan Asy-Syaukani menyebutkan bahwa maksud dari doa tersebut adalah, “Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku anak yang nanti merupakan anak yang termasuk dari jajaran orang-orang shalih. Dan dapat menolongku untuk semakin taat kepada-Mu.” Anak yang shalih akan membuat orang tua semakin taat kepada Allah, dan dapat menolongnya di akhirat kelak. 

b. Doa Nabi Zakaria as
رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Rabbii hablii min ladunka dzurriiyatan thayyibah, innaka samii’ud du’aa
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a.”  (QS Ali Imran [3]: 38)

Menurut Ibnu Katsir rahimahullah di dalam Tafsir Qur’an Al-Adziim, maksud dari doa tersebut adalah, “Ya Rabb, berikanlah anugerah-Mu dari sisi-Mu, keturunan yang thayyib dan shalih, sesungguhnya Engkau Maha Mendengarkan doa.”

Nabi Zakaria as juga memohon kepada Allah dengan doa berikut ini. 

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ العَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُنْ بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيّاً ۖ وَإِنِّي خِفْتُ المَوالِيَ مِنْ وَرائِي وَكانَتِ امْرَأَتِي عاقِراً فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيّاً ۖ يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ 
وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً

Rabbii inni wahanal’adhmu minnii, wasyta’alar ra’syu syaibaa, wa lam akun bi du’aa ika rabbii syaqiiyya, wa innii khiftul mawaali min wa raa’ii wa kaanatimro’ati ‘aaqir, fahablii min ladunka waliyya,  yaritsunii wa yaritsu min aali ya’quub waj’alhu rabbi radhiyya

“Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap penerusku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”

Doa selanjutnya diucapkan oleh Nabi Zakaria as adalah sebagai berikut. 

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ 
Rabbii laa tadzarnii fardan, innaka anta khairul waaritsiin
"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS Al-Anbiya’ [21]:89)

Semoga Allah Taala memberikan kesabaran, dan kesungguhan kepada kita untuk tetap teguh berada dalam syariat Islam. Memberi anugerah keturunan yang saleh dan salehah, yang menjadi pemimpin orang-orang beriman. Aamin ya Mujibassailin.[] 




Ikhtiar dan Doa Para Nabi dalam Memohon Keturunan