Posts

Showing posts from July, 2017

7 Hal Mengenai Pesta Pernikahan yang Tidak Boleh Diposting di Media Sosial

Image
Betapa menyenangkan dan melegakan telah melewati hari bersejarah dalam hidup. Rasanya ingin berbagi cerita dengan semua orang. Eits, tunggu dulu. Ada beberapa aturan lho untuk tidak memposting hal-hal tabu mengenai pernikahanmu. Sayangnya, banyak yang tidak mengerti, dan bahkan blak-blakan di media sosial. Jadi, bisa dibayangkan apa yang dihadapinya sekarang?
Pandangan aneh teman-teman, mungkin. Bisa pula rasa tidak suka dari keluarga suami/istri. Nah, kalau begitu apa saja sih yang perlu diingat saat ingin berbagi berita pernikahan di media sosial?

Biaya Pernikahan
Aduh, jangan deh, memposting ini. Kayak nggak etis banget bukan? Misalnya, kamu berbagi pada semua orang jika pernikahanmu, mulai dari prosesi lamaran, hingga walimah (pesta pernikahan) menghabiskan biaya 1 Milyar. 
Bisa-bisa jadi omongan banyak orang dong. Banyak sekali pakar pernikahan yang tidak menganjurkan hal ini diketahui orang lain, selain keluarga terdekat saja. Simpan rapat-rapat hal itu, nggak perlu heboh sendiri di…

10 Trik Jitu Menghemat Biaya Pesta Pernikahan dari Pakar

Image
Hari bahagia yang ditunggu telah datang. Ada banyak impian ingin diwujudkan. Mulai dari dekorasi kursi mempelai, souvenir, tema, sajian, hingga gedung untuk menyelenggarakan pesta (resepsi) pernikahan. Tapi, tunggu. Budget-nya, bagaimana dong? Bisa miskin berbulan-bulan jika budget tidak dipangkas dengan pintar. 
Saat menikah dulu, saya juga mengalami hal itu. Budget sudah diperkirakan sekian, ternyata saat hari H membengkak sebesar 100 persen. Kira-kira, apa yang salah ya? Padahal hitungan sudah benar lho. Ada baiknya, anda menyimak trik hemat dan cerdas ala pakar wedding berikut ini. 

Tips Menghindari Menjadi Plagiat

Image
Banyak hal yang merisaukan penulis pemula, untuk menuntaskan naskahnya. Salah satunya adalah kekhawatiran terseret kasus plagiarisme. Masuk akal memang, sebab hal itu cukup mengerikan. 
Lalu bagaimana agar kita terhindar dari plagiat? Salah satunya adalah memperbaiki cara-cara kita mengolah data dan fakta. Jangan menulis sesuatu yang tidak kita kuasai dengan baik. Sebab, alih-alih menjadi inspirasi bagi orang lain, hal itu malah menjerumuskan kita pada jebakan plagiarisme. Mengapa ini bisa terjadi?

Seorang penulis biasanya akan mencari data dan fakta ataupun inspirasi yang menjadi bahan bakar tulisannya. Bisa dari video, peristiwa, tulisan penulis lain, gambar dan lain-lain.

Jika mengambil data dari hal-hal visual, tentu saja hal itu membutuhkan waktu sedikit lebih lama ketimbang mengambil dari artikel orang lain. Namun tentu saja lebih selamat. Sebab Anda berusaha memprosesnya dengan baik di kepala. Lalu menyajikannya kepada pembaca.

Misalnya saja, anda ingin menuliskan tentang Istanbul.…

Plagiasi dan Kemampuan Berinovasi

Image
Bagi saya, membahas kasus plagiasi sama artinya dengan memegang granat di tangan. Jika tidak kuat dipegang akan menggelinding dan meledak.
Begitu banyak penulis pemula, dan penulis kawakan yang sesekali tersandung kasus plagiasi. Mendapat cap ‘plagiat’ sama halnya seperti stempel ‘adultery’ pada seseorang yang berzina di zaman tertentu. Perzinaan atas nama jurnalisme. Ada kasus-kasus yang bagi saya hanya sekadar ditampilkan untuk mem-bully penulis, namun sebaliknya ada juga yang memang benar-benar kasus plagiasi.
Bagaimana menyikapi ini? Saya belum pernah menjuluki seseorang sebagai plagiat. Karena kebanyakan kasus yang beredar di timeline Facebook saya adalah kasus penulis yang terlupa untuk mereproduksi bahan rujukan. Sehingga terkesan sama dengan hasil karyanya sendiri. Pun kemudian terlupa untuk menulis rujukannya.
Harusnya bagaimana? Sebuah karya fiksi ataupun nonfiksi saat ini sebagian besar terinspirasi dari karya penulis lainnya. Seorang penulis harusnya memiliki kemampuan unt…

Merayakan Syawal dengan Menulis!

Image
Bagaimana Syawal tahun ini? Apakah anda mudik? Atau tidak mudik karena dapat jodoh sebelah rumah? Mudik ataupun tidak, yang penting silaturahminya tetap terjalin. Bagi saya, Syawal adalah titik balik semua hal. Menjadi nol kembali. Semangat menulis lagi.
Saya tumbuh di sebuah daerah penuh persawahan, sekaligus tempat industri berkembang. Baik industri rumah tangga, ataupun industri pabrikan. Beruntung, saya lebih dekat dengan daerah persawahan ketimbang gedung-gedung pabrik dengan cerobong asap hitam.
Walau kini, sawah-sawah mulai menyempit digantikan rumah-rumah, dan tanah-tanah kapling. Manusia memang pemakan segala. Hingga, saya pun mengingat masa kecil yang hijau sebagai hiburan, kala dengan hati kelu menatap sawah yang nyaris tak bersisa.
Syawal untuk Menulis Apa yang terpikir di benak anda, tatkala sanak saudara, kerabat, hingga tetangga berkumpul dan bertemu muka? Tak ada jarak online seperti hari-hari sebelumnya. Sudah jamak bagi kita saat ini, era digital memperbudak manusia un…

Cara Mudah Mulai Menulis Buku

Image
Seringkali saya menemukan pesan dalam inbox Facebook, Twitter, ataupun email--menanyakan bagaimanakah cara untuk mulai menulis? Mungkin banyak yang beranggapan bahwa penulis akan cepat menulis karena itu adalah pekerjaannya. Main job istilahnya. Padahal terkadang penulis pun atau siapapun yang mengaku menjadi seorang penulis akan kesulitan menemukan alasan untuk mulai menulis.Hal inilah yang seringkali menghambat saya dalam mulai menulis. Baik menulis naskah fiksi ataupun nonfiksi. Bahkan mungkin hanya sekedar artikel. Mengapa hal ini terjadi?

Menurut saya persepsi untuk sulit memulai untuk menulis adalah pertama yang harus disingkirkan. Jika anda beranggapan bahwa menulis seperti halnya bernafas. Maka menulis akan menjadi sangat mudah. Jangan pedulikan siapa yang akan membaca naskah anda. Tetaplah menulis. Serta terus menulis. Akan membuat anda  menjadi semakin ringan dalam mencari diksi yang akan mewujudkan ide-ide dalam bentuk buku.

Hal ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan na…