Doa Sesudah Adzan Sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya

Bagi saya, adzan adalah simbol kejayaan Islam. Adzan secara geografis akan selalu dikumandangkan dari menit ke menit di belahan dunia. Karena letak dan waktu yang berbeda. Bumi pun berputar pada porosnya, adzan pun selalu berkumandang. Seharusnya, sebagai Muslim yang berusaha taat kita melantunkan doa sesudah adzan sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam contohkan.

Perintah mendengar adzan dan menganjurkan berdoa setelah adzan.


Jika melihat bagaimana Bilal Radhiyallahu Anhu mengumandangkan adzan dan merdunya suara beliau dalam berbagai riwayat, kecintaan pada kalimat-kalimat mulia ini begitu menghujam di hati. Bagaimana pun adzan adalah panggilan dan seruan agar kita segera melaksanakan kewajiban sebagai Muslim, menunaikan shalat fardhu.

Kewajiban Mendengar dan Menjawab (Menirukan Muadzin) Saat Adzan Berkumandang

Saat adzan berkumandang kita diperintahkan untuk ‘menjawabnya’, maksudnya adalah menirukan ucapan muadzin (orang yang beradzan setelah mengumandangkan lafadz adzan). Hal itu sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini.

وعنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيّ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:  إِذَا سَمِعْتُمُ النّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ المُؤَذّنُ  -مُتّفَقٌ عَلَيْهِ-

Dari Abi Said al-Khudri ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: ‘Apabila kamu dengar panggilan (adzan), maka ucapkanlah sebagaimana ucapan muadz-dzin.’” (Muttafaq`alaih)

  وَلِلْبُخَارِيّ عَنْ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ مِثْلُهُ

Dan bagi Bukhari dari Mu`awiyah begitu juga, 

وَلِمُسْلِمٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ, فِي فَضْلِ القَوْلِ كَمَا يَقُولُ المُؤذّنُ كَلِمَةً كَلِمَةً سِوَى الحَيْعَلَتَيْنِ, فَيَقُولُ: لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوّةَ إِلاّ بِاللهِ

Dan bagi Muslim dari Umar tentang keutamaan mengucap sebagaimana yang diucapkan muadzin sekalimat (dengan) sekalimat kecuali dua haiya `ala maka pendengar (mesti) sebut: “La haula wala quwwata illa billah.”

Hadis-hadis ini sah matan dan sanadnya, berisi kewajiban untuk mendengarkan adzan yang dilantunkan oleh muadzin. Artinya, jika adzan tersebut dari kaset atau pun rekaman, maka tidak wajib ditirukan.

Namun, jika merupakan adzan dari muadzin maka kita wajib mendengarkan dan menirukan apa yang diucapkan muadzin. Kecuali, ketika muadzin mengucapkan dua hayya alaa dengan menjawabnya, “La khaulaa walaa quwwata illa billah.”

Hadis berikut yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu menerangkan bagaimana cara melawafazkan ucapan muadzin lebih rinci lagi.

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ (رواه مسلم)

Dari Umar bin Khat-thab ia berkata: “Rasulullah saw telah bersabda: ‘Apabila muadz-dzin mengucap : Allahu Akbar, Allahu Akbar, hendaklah tiap-tiap seorang dari kamu mengucap : Allahu Akbar, Allahu Akbar; kemudian apabila ia mengucap: Asyahdu Alla Ilaha Illallah, maka hendaklah tiap tiap seorang dari kamu mengucap: Asyhadu Alla Ilaha Illallah.

Kemudian apabila ia mengucap: Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, maka hendaklah tiap-tiap seorang dari kamu mengucap: Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.

Kemudian apabila ia mengucap: Hayya Alas Shalah, maka hendaklah tiap-tiap seorang dari kamu mengucap: La Haula Wala Quwwata Illa Billah; kemudian apabila ia mengucap: Hayya Alal Falah, maka hendaklah tiap-tiap seorang dari kamu mengucap: La Haula Wala Quwwata Illa Billah; kemudian apabila ia mengucap: Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka hendaklah tiap-tiap seorang dari kamu mengucap: Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Kemudian apabila ia mengucap: La Ilaha Illallah, maka hendaklah tiap-tiap seorang dari kamu mengucap: La Ilaha Illallah, maka ia akan masuk surga.’” (HR. Muslim)

Doa Sesudah Adzan 

Doa setelah adzan berkumandang adalah sebagai berikut.

اللّهُمّ رَبّ هَذِهِ الدّعْوَةِ التّامَةِ, وَالصّلاَةِ القَآئِمَةِ, آتِ مُحَمّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ, وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوداً الّذِيْ وَعَدتّهُ حَلّتْ لَهُ شَفَاعَتِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Alla humma rabba hadzihid da’watit taammah, washshalaatil qaaimah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaamaam mahmuudanil ladzii wa addatahu.”

“Hai Tuhan bagi seruan yang sempurna ini, dan (Tuhan) bagi shalat yang akan didirikan; berikan lah pada Muhammad wasilah dan fadhilah dan derajat yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya , niscaya dia akan mendapat syafaatku pada hari kiamat.”

Doa sesudah adzan tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadis sahih berikut ini.

وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:  مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النّدَاءَ: اللّهُمّ رَبّ هَذِهِ الدّعْوَةِ التّامَةِ, وَالصّلاَةِ القَآئِمَةِ, آتِ مُحَمّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ, وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوداً الّذِيْ وَعَدتّهُ حَلّتْ لَهُ شَفَاعَتِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ  أَخْرَجَهُ الأَرْبَعَةُ

Dari Jabir, bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa berkata ketika mendengar adzan (yang artinya): Hai Tuhan bagi seruan yang sempurna ini, dan (Tuhan) bagi shalat yang akan didirikan; berikan lah pada Muhammad wasilah dan fadhilah dan derajat yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya , niscaya dia akan mendapat syafaatku pada hari kiamat. (Dikeluarkan oleh Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dari hadis tersebut, kita bisa memahami bahwa mengucapkan doa “Allahumma Rabba hadzihi ….” Merupakan sunnah dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Keutamaannya adalah siapa saja yang mengucapkan doa ini akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah di hari Kiamat. Doa sesudah adzan ini diucapkan apabila adzan telah selesai dikumandangkan. []


Doa Sesudah Adzan Sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya