Skip to main content

Jalan Kaki ke Kantor, Yuuk!

Jalan itu sehat
sumber gambar.intisari-online.  com

 Sejak dulu pingin banget bisa jalan kaki ke kantor (baca: sekolah). Tapi, berhubung sudah ada yang mengantar dan baik hati tidak sombong (my Hubby), jadilah acara sehat dan bermartabat ini tinggal kenangan. Sekarang, karena jadwal Hubby sudah sibuk. Jadi harus tahu diri lah.


Nah, saat anak-anak sudah pada (mau) masuk sekolah, sang emak yang semakin dewasa (menghindari kata menua) ingin hidup sehat sejahtera dengan sederhana. Apalagi kalau nggak ingin jalan kaki, sebab mau nge-gym rasanya nggak mungkin. Secara di kota kecil indah tempat saya dilahirkan ini, gym sangat jarang. Ada sih, ramai pula, dan banyak cowoknya. Mau beli treadmill takut jadi mainan Afghan sayang yang masih hobi manjat-manjat. 



Mau ikutan aerobic-nya nyonya-nyonya muda kayaknya nggak mungkin banget, sebab selain jadwalnya heboh. Juga ogah lah terikat waktu. *alesan banget yak.
Nah, gimana kalau jalan kaki saja? Toh, sekarang belum setiap hari ngantornya. Jarak sekolah tempat saya mengajar juga nggak jauh-jauh amat, sekitar 3-4 km mungkin. *Soalnya nggak bawa meteran sih jadi susah ngitungnya.

Teringat dulu saat kuliah, ke mana-mana jalan kaki. Kos memang dekat dengan kampus. Tapi, kampusnya kan guede. Jarak antara satu gedung ke gedung lainnya bisa bikin ngos-ngosan. Belum lagi kalau mau ke perpus atau lab. Jadilah saya yang nggak bawa motor ini, jalan kaki kemana-mana. Haha. Tapi, sehat loh. Bahkan dulu, waktu ada gejala wasir bisa langsung kempis. Selain itu, stamina juga bagus banget padahal jadwal padat merayap. Ikut segambreng kegiatan kemahasiswaan, tapi masih bisa lulus dengan cumlaude. *kibas poni.

Terinspirasi juga dengan Prof. John Nash--peraih nobel bidang ekonomi--yang sejak remaja hingga usia senja selalu berjalan kaki ke kampus tempatnya mengajar. Padahal sang Profesor ini didiagnosis mengidap skizhofrenia. Sehingga ya harus banyak minum obat dan terapi. Tapi dengan kesungguhan dan gaya hidup sehatnya, ia bisa berusia panjang hingga sekarang.
Lalu mengapa harus jalan kaki?

Olahraga sederhana yang tidak menyita waktu menurut saya. Olahraga yang bagus kan yang teratur. Nah, untuk emak modern (halah) sebaiknya sih ya punya waktu untuk nge-gym yak. Tapi, nggak ada waktu sih. Jadi yah, kita selipkan saja saat pulang--pergi dari tempat kerja.[]

Comments

Popular posts from this blog

Doa agar Pintar dalam Belajar dan Kuat Menghafal

Islam menganjurkan penganutnya untuk belajar sepanjang hayat. Selama hayat masih dikandung badan. Muslim yang pandai, cakap, dan mengetahui urusan agama dan dunianya lebih utama. Sebab itulah, doa pintar dalam belaja haruslah senantiasa kita mohonkan kepada Allah Subhanahu wa Taala. Tentunya haruslah lebih banyak belajar dan mengkaji ilmu-ilmu agama dan dunia. 



Doa agar Anak Sukses Dunia Akhirat

Orang tua mana yang tidak menginginkan anak-anaknya sukses di dunia dan akhirat? Tentu saja semua orang tua yang beriman pada Allah dan rasul-Nya menginginkan hal itu. Selain memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak, ada hal lain yang tentunya tidak boleh ditinggalkan, yaitu memohonkan doa agar anak sukses dunia akhirat pada Allah. 

Doa agar Anak Cerdas Otaknya dan Menjadi Pemimpin Orang-Orang Beriman

Banyak orang tua berharap dan melafalkan doa agar anak cerdas otaknya. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan manusiawi. Sebab, anak yang cerdas tentu saja bisa berpikir dengan baik dan memilih mana jalan yang benar bagi kehidupannya. Selain itu, anak-anak yang cerdas tentu saja bisa memahami keagungan Allah dan memperdalam tauhid.