Menelaah Kelemahan Hadits Shalat Dhuha 12 Rakaat


Ragam pertanyaan yang masuk di email kami adalah bagaimana cara melaksanakan shalat dhuha 12 rakaat. 

Apakah dua rakaat salam, dua rakaat salam, ataukah bisa dengan empat rakaat salam seperti halnya saat shalat Isya?


Meraih keutamaan shalat Dhuha.



Sebelum menjawabnya, ada baiknya kita memahami dan mengkaji hadits yang menjelaskan mengenai 12 rakaat shalat dhuha. 

Hadits yang menjelaskan mengenai 12 rakaat shalat dhuha adalah sebagai berikut. 


وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلّى الضّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً, بَنَى اللّهُ لَهُ قَصْراً فِي الجَنّةِ رَوَاهُ التّرْمِذِيّ, وَاسْتَغْرَبَهُ 

“Dari Anas ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barang  siapa shalat Dhuha 12 rakaat, niscaya Allah bangunkan dengan nya istana di surga.’”(HR. Tirmidzi)

Sayangnya, hadits tersebut ternyata tidak ditemukan di dalam Sunan At-Tirmidzi. 

Hadits yang ada dalam Sunan At-Tirmidzi adalah sebagai berikut:


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا مِنْ ذَهَبٍ فِي الجَنَّةِ 

“Dari Anas bin Malik, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  telah bersabda, ‘Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, niscaya Allah bangunkan baginya istana dari emas di surga.’” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Lafal yang berbeda dalam kedua hadits tersebut adalah “min dzahabin” yang artinya terbuat dari emas. Dalam Bulughul Maraam, lafal tersebut tidak dicantumkan di dalam hadits mengenai keutamaan shalat Dhuha 12 rakaat seperti disebutkan di atas. 

Hadits dengan lafal “min dzhabin” tadi bisa kita temukan dalam Sunan At-Tirmidzi (1: 596) dan juga Sunan Ibnu Majah (1: 439)

Menurut Ustadz Luthfie Abdullah Ismail, Lc Hafidzahullah dalam Syarah Bulughul Maram, hadits ini tidak sah karena pada sanadnya terdapat rawi Musa bin Fulan bin Anas. Dalam kitab Taqribut Tahdzib (555) dikatakan bahwa rawi ini majhul dan masuk peringkat ke-enam. 

(Baca juga Sunan Tirmidzi halaman (473); Talkhisul Khabir (2:20); Tuhfatul Ahwadzi (12:581); Dhaif Sunan Tirmidzi halaman 52, Sunan Ibnu Majah (hadits: 1380); Dhaif Sunan Ibnu Majah halaman 103; Misykatul Mashabih (hadits 1316); Tahdzibut Tahdzib (10:379).

(Baca juga: Kapankah Waktu Sholat Dluha Terbaik Menurut As-Sunnah?)


Dengan demikian hadits mengenai shalat Dhuha 12 rakaat merupakan hadits dhaif yang tidak bisa kita jadikan hujah untuk menetapkan hukum mengenai adanya shalat Dhuha 12 rakaat.  

Sehingga, kita kembali pada ketetapan bahwa shalat Dhuha maksimal bisa dikerjakan hingga 8 rakaat.

Shalat ini bisa dikerjakan dengan dua rakaat salam, dan dua rakaat salam. Wallahu a’lam bisshawab.[]

Menelaah Kelemahan Hadits Shalat Dhuha 12 Rakaat