Doa Qunut Bahasa Indonesia, Arab, dan Terjemah Beserta Analisis Hukumnya



Memahami sifat shalat adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai Muslim dan Muslimah—yang berusaha taat kepada Allah Ta'ala dan menjalankan kewajiban-Nya.

Demikian halnya dengan memahami syariat doa qunut dalam shalat Shubuh. Apakah hal ini disyariatkan sebagaimana perintah Rasulullah Shallallalhu Alaihi wa Sallam, ataukah kita perlu memahami bahwa doa qunut yang telah lama kita kenal sebenanya memiliki hukum dan pemahaman berbeda.

Berilmu kemudian beramal.

Doa qunut yang masyhur di kalangan ahlus sunnah wal jamaah adalah sebagai berikut:


اللهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Doa Qunut dalam Bahasa Indonesia

Allahummahdinaa fiiman hadait, wa aafainaa fiiman aafait, wa tawallainaa fiiman tawallaita, wa baariklanaa fiimaa a’thait, wa qinaa syarra maa qadhait, innaka taqdhii walaa yuqdhaa alaik, innahu laa yadhillu man waa lait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.

Hai Tuhan, pimpinlah kami dalam golongan yang Engkau pimpin; dan peliharalah kami sebagaimana golongan yang Engkau telah pelihara; dan jadikan kami dalam golongan yang Engkau telah beri kekuasaan; dan berilah berkah pada kami dari apa-apa yang Engkau telah beri dan peliharalah kami dari kejahatan apa-apa yang Engkau telah tentukan; karena Engkaulah penghukum dan tidak dapat Engkau dihukum, dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi, Mahamulia Engkau, hai Tuhan kami, dan Mahatinggi.


Doa qunut tersebut lazimnya dibaca dalam shalat Shubuh. Asal dari bacaan qunut (Bahasa Indonesia) tersebut, adalah riwayat berikut ini:


وَلِلْبَيْهَقِي عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ: كانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلّمُنَا دُعَاءً نَدْعُوَ بِهِ في القُنُوتِ مِنْ صَلاةِ الصّبْحِ وَفِيْ سَنَدِهِ ضَعْفٌ

“Dan bagi Baihaqi dari Ibnu Abbas ia berkata, ‘Adalah Rasulullah Shallalllahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kami doa yang kami berdoa dengannya di qunut dari shalat Shubuh, tetapi di sanadnya ada kelemahan.’” (HR. Baihaqi dalam Sunan Kubra: 2 (297))

Hadits tersebut juga tercantum dalam kitab Bulughul Maraam karya Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah, dalam hadits nomor 329. Hadits tersebut ternyata ada kelemahan dalam sanadnya, karena terdapat rawi yang Abdullah bin Hurmuz. Rawi tersebut telah dilemahkan oleh Imam Ahmad, An-Nasaai, Ibnu Dawud, serta Ibnu Ma’in.


Riwayat lengkap hadits tersebut adalah berikut ini:

عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا دُعَاءً نَدْعُو بِهِ فِي الْقُنُوتِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ " اللهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ (رواه البيهقي 2:297)



“Dari Abdullah bin Abbas ia berkata: Adalah Rasulul lah saw menganajarkan kepada kami yang kami baca dalam qunut di shalat Shubuh.

‘Hai Tuhan, pimpinlah kami dalam golongan yang Engkau pimpin; dan peliharalah kami sebagaimana golongan yang Engkau telah pelihara; dan jadikan kami dalam golongan yang Engkau telah beri kekuasa an; dan berilah berkah pada kami dari apa-apa yang Engkau telah beri’ dan peliharalah kami dari kejahatan apa-apa yang Engkau telah tentukan; karena Engkaulah penghukum dan tidak dapat Engkau dihukum, dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi, Mahamulia Engkau, hai Tuhan kami, dan Mahatinggi.’” (HR Baihaqi: 2 (2970))

Karena hadits yang menjadi pijakan doa qunut Shubuh Allamummahfiiiman hadait … (dan seterusnya) memiliki pijakan yang lemah, karena ada rawinya yang bukan kepercayaan dan telah dilemahkan oleh imam yang empat, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan dasar adanya qunut Shubuh dalam shalat Shubuh. Sehingga tidak ada doa qunut dalam shalat Shubuh. Wallahu a’lam bishawab. []


Doa Qunut Bahasa Indonesia, Arab, dan Terjemah Beserta Analisis Hukumnya