Lima Saran Dokter untuk Mengatasi Ruam Popok yang Membandel pada Bayi

Beberapa waktu lalu, saat baby Anya berusia 7 bulan, ia mengalami ruam popok. Mungkin saja ini akibat keteledoran saya, terlalu lama tidak mengganti popok. Atau mungkin karena cuaca yang panas, dan kulit bayi yang tak tahan terhadap alergi. 


Bayi tidur nyenyak memang idaman banget, ya Bun. (Pixabay)



Saya browsing beberapa tips untuk mengatasi ruam popok ini. Juga berdiskusi dengan teman-teman di WAG (Whatsapp Grup). Ternyata, tidak saya saja yang mengalami hal ini. Beberapa bayi teman-teman saya juga demikian. Bahkan ada yang sampai berdarah. Kasihan sekali bayinya, Bunda. 
Akhirnya, saya melakukan beberapa hal berikut ini. Terbukti ruam popok teratasi. Saya juga membawanya ke dokter, tentunya. Beberapa hal ini saya lakukan dan terbukti berhasil. 

Memilih Pospak (Popok Sekali Pakai) yang Terbaik untuk Kulit Bayi
Saya meyakini jika kulit bayi lebih rentan terhadap segala macam hal. Baik itu cuaca, bahan dasar pembuat pospak, ataupun alergi terhadap makanan. Jika masih ASI ekslusif bisa jadi dari ASI ibu. Atau kalau sudah mengkonsumsi MPASI maka alergi bisa didapatkan dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. 

Sebab itu, Bunda. Saya sangat berhati-hati untuk memilih pospak bagi si Dedek. Setelah melewati rangkaian pencarian, akhirnya saya pun mantap memilih salah satu jenis pospak untuk baby Anya. Terbukti, pospak ini tidak membuat kulitnya alergi dan aman. Jadi, Bunda jangan putus asa untuk mencari pospak yang sesuai untuk kebutuhan bayi kita. 

Sering Mengganti Popok 
Mengganti pospak sebaiknya 3 hingga 4 jam sekali. Apalagi jika bayinya adalah bayi sufor. Tentu air kencingnya banyak ya, Bun. Kalau baby Anya sedikit, karena dia minum ASI. Setelah mengkonsumsi MPASI baru banyak. 

Jangan meremehkan kondisi pospak yang kering sehingga, tidak diganti-ganti hingga sekian jam. Sebaiknya, walaupun terlihat tidak terlalu basah, jika sudah jamnya diganti, diganti saja ya Bunda. 

Apalagi jika bayi sedang mengalami ruam. Sebaiknya, memang tidak menggunakan pospak sementara waktu. Atau jika menggunakannya sering-sering diganti. Saat penggantian popok, tahan dulu dari pemakaian pospak hingga kulit bayi mengering sempurna. 

Cermati Langkah Tepat Penggantian Popok

  1. Sebelum mengganti popok, sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu. Lepaskan jika sudah 3 jam atau 4 jam. Jika sudah bisa berdiri sebaiknya ajak bayi ke kamar mandi untuk cebok. Jika masih belum, bersihkan dengan kain bersih yang basah, ataupun tissu bayi yang lembut, agar tidak lembab. Kelembapan bisa menimbulkan jamur ataupun bakteri berkembang biak. Pada area sekitar popok bersihkan dengan kapas basah yang dibulat-bulat.
  2. Saat ruam dulu saya biasanya memberi krem anti ruam. Bunda bisa memilih yang sesuai di toko bayi. Kalau bayi saya, Zwitsal Extra Care Baby Cream with Zinc, dengan logo ungu.Ini saran dokter, Bunda. Saat itu, karena baby saya masih berusia 3 bulan, saya khawatir karena ruamnya susah disembuhkan. Jadilah saya ke dokter. Dokter menyarankan krim tersebut. Tipis-tipis saja dioleskan. Jangan terlalu tebal. Diaper cream biasanya berfungsi untuk anti iritasi dan sekaligus anti bakteri. Cermati kandungannya, sebisa mungkin pilih yang berbahan alami. 
  3. Pilih ukuran (size) popok yang lebih besar namun pas. Jangan kekecilan karena akan membuat kulit bayi susah bernapas. Memilih jenis pants (celana) ataupun yang tidak menurut saya tidak terlalu berpengaruh. Tapi, jika Bunda lebih suka memakai yang bukan pants bisa juga kok, Bun. 

Nah, ini cara saya membebaskan bayi dari ruam popok. Bagaimana dengan Bunda? []


Lima Saran Dokter untuk Mengatasi Ruam Popok yang Membandel pada Bayi