Tips Menghindari Menjadi Plagiat

Seni mengalahkan mood.
Banyak hal yang merisaukan penulis pemula, untuk menuntaskan naskahnya. Salah satunya adalah kekhawatiran terseret kasus plagiarisme. Masuk akal memang, sebab hal itu cukup mengerikan. 

Lalu bagaimana agar kita terhindar dari plagiat? Salah satunya adalah memperbaiki cara-cara kita mengolah data dan fakta. Jangan menulis sesuatu yang tidak kita kuasai dengan baik. Sebab, alih-alih menjadi inspirasi bagi orang lain, hal itu malah menjerumuskan kita pada jebakan plagiarisme. Mengapa ini bisa terjadi?

Seorang penulis biasanya akan mencari data dan fakta ataupun inspirasi yang menjadi bahan bakar tulisannya. Bisa dari video, peristiwa, tulisan penulis lain, gambar dan lain-lain.

Jika mengambil data dari hal-hal visual, tentu saja hal itu membutuhkan waktu sedikit lebih lama ketimbang mengambil dari artikel orang lain. Namun tentu saja lebih selamat. Sebab Anda berusaha memprosesnya dengan baik di kepala. Lalu menyajikannya kepada pembaca.

Misalnya saja, anda ingin menuliskan tentang Istanbul. Sementara anda tidak pernah ke sana. Jadi harus bagaimana? Langkah terbaik adalah anda melakukan riset lewat proses visual dari video dan gambar. Bisa juga dengan wawancara pada orang yang pernah atau tinggal di sana. Lewat proses ini,  anda akan mendapatkan bayangan tentang Istanbul. Anda bisa menuliskannya dengan baik. Memaparkannya kepada pembaca. Inilah yang disebut riset visual.
Hal lainnya adalah Anda bisa mengetahui tentang Istanbul lewat artikel buku, novel, dan lain-lain. Namun, jika anda menggunakan cara ini, harus lebih berhati-hati. Kenapa?

Terkadang banyak penulis yang tidak sabaran untuk segera menuliskan paragraf-paragraf dalam draf tulisannya dengan sedikit menjiplak paragraf penulis lain. Hal itu tidak ia sengaja. Sejatinya, ia hanya berniat menulis parafrasa biasa. Namun tiba-tiba terlupa pada beberapa bagian yang sama dengan rujukannya. Sementara ia tidak menuliskan sumber tulisannya.

Harusnya ia menuliskan sumber rujukan tersebut. Itu tidak akan mengurangi kecerdasannya di hadapan pembaca.

Nah, sudah siap menulis hari ini?[]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Checklist dan Tips Persiapan Pernikahan Sederhana dan Islami

Broken Home Children: Benarkah Bermasalah di Masa Depan?

Kenali 6 Agenda Perawatan Kecantikan Pra Nikah Ini, Agar Kamu Tampil Cetar di Hari Pernikahan