3 Pemanis Alami yang Jauh Lebih Sehat dari Gula Pasir


Sumber: Pixabay
Berkembangnya gaya hidup sehat alami membuat banyak orang mulai melirik pemanis dengan label ‘alami’. Gula pasir memang lebih populer, namun memiliki risiko jangka panjang jika digunakan terus-menerus. Adapun risiko tersebut adalah ancaman penyakit jantung, obesitas, kanker, dan hepatitis.

Sebenarnya, ada beberapa alternatif untuk mengganti gula pasir sebagai konsumsi harian. Beberapa bahan ini jauh lebih alami, dan lebih sehat. Namun, tetap saja, tidak boleh digunakan dengan berlebihan. Lalu, apa bahan-bahan tersebut?

Sumber: Pixabay
Madu
Madu telah menjadi pemanis alami yang menghias meja makan sejak berabad-abad lalu. Seiring dengan tumbuhnya peradaban. Madu lebih manis, dan memiliki rasa yang khas. Cairan kental serupa sirup ini, merupakan hasil dari aktivitas lebah dan serangga lainnya terhadap nektar bunga.
Rasa manis dalam madu berasal dari fruktosa, sehingga tidak berbahaya jika masuk ke dalam tubuh penderita diabetes mellitus. Saat fruktosa masuk dalam tubuh, maka tubuh bisa mengubahnya menjadi energi tanpa bantuan dari insulin.

Madu juga mengandung anti oksidan tinggi, sehingga membantu memperbaiki kondisi usus besar. Selain itu, madu dikenal sebagai antiseptik dan antibakteri yang tentu saja bisa bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan alami.
Sediakan madu sebagai pengganti gula pasir untuk membuat olahan sehat sehari-hari. Hal ini membuat Anda dan keluarga selangkah lebih maju dalam menjaga kesehatan.
 
Sumber: Pixabay
Gula Kelapa
Bahan alami kedua yang cukup populer adalah gula kelapa. Masyarakat mengenalnya sebagai gula kelapa sebagai bahan pemanis kue dan penganan tradisional lainnya. Gula kelapa dibuat dengan cara mendidihkan nira kelapa kemudian disaring dan diolah.

Gula kelapa memiliki kandungan fruktosa yang lebih rendah dibandingkan gula pasir. Dengan catatan bahwa gula kelapa ini haruslah yang murni tanpa pemanis buatan lainnya.
Gula kelapa juga mempunyai indeks glikemik yang rendah dibandingkan gula pasir. Mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah lebih aman untuk penderita diabetes mellitus. Tapi, tentu saja harus dikonsumsi sewajarnya.

Sumber: Pixabay
Gula Kurma
Kurma dikenal sebagai buah yang manis dan legit. Kurma sudah sangat akrab di lidah masyarakat. 

Gula kurma merupakan ekstrak dari kurma alami yang diolah sedemikian rupa sehingga memberikan rasa yang khas dan manis. Gula kurma memiliki kandungan fruktosa dan indeks glikemik yang lebih rendah dari gula pasir. Selain itu, gula kurma dianggap mampu mencegah serangan kanker.

Mengkonsumsi gula kurma sebagai alternatif pengganti gula pasir bisa dijadikan pilihan untuk hidup lebih sehat. Dengan takaran sewajarnya, tanpa perlu berlebihan. Sebab, gula tetaplah gula. Lebih baik jika dikonsumsi sehemat mungkin. []

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Checklist dan Tips Persiapan Pernikahan Sederhana dan Islami

Broken Home Children: Benarkah Bermasalah di Masa Depan?

Kenali 6 Agenda Perawatan Kecantikan Pra Nikah Ini, Agar Kamu Tampil Cetar di Hari Pernikahan